Panduan Hak Asasi Manusia untuk Bekerja Bersama Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal

The Nature Conservancy membayangkan sebuah dunia tempat keberagaman kehidupan tumbuh subur, dan orang-orang bertindak untuk melestarikan alam demi kepentingan alam itu sendiri. Alam memenuhi kebutuhan kita dan memperkaya kehidupan kita; kesejahteraan manusia bergantung pada ekosistem yang sehat. Mereka yang berkedudukan paling tepat untuk memimpin adalah orang-orang yang telah menjaga tanah, perairan, dan sumber daya selama beberapa generasi. Panduan ini menawarkan cara-cara mendukung dan menjunjung otonomi, pengambilan keputusan, dan penentuan nasib sendiri orang-orang itu.

Studi Kasus

Kami telah membuat narasi tentang Wenland, sebuah wilayah imajiner Eropa tempat kaum Wen menghadapi banyak dampak umum dari warisan masa lalu dan realitas saat ini kolonialisme terhadap MAKLMasyarakat Adat dan Komunitas Lokal, yang meliputi pemindahan, penyebaran budaya, dan perselisihan wilayah. Dalam studi kasus berikut, kami membayangkan berbagai skenario yang mungkin dihadapi oleh staf TNC dalam bekerja dengan MAKL, pemerintah pusat, dan perusahaan swasta, dengan setiap skenario terkait dengan modul tertentu, untuk memberikan contoh konkret dan gugahan pemikiran yang berkaitan dengan konsep-konsep dalam modul. Melalui skenario-skenario ini, kami mendorong para staf untuk berpikir mendalam, melibatkan diri dalam nuansa, mempertanyakan bias masing-masing, mendorong inklusi dan pelibatan yang luas, dan mengetengahkan MAKL sebagai pengawas lahan yang paling berpengetahuan, saat kita bekerja menuju solusi berkelanjutan yang bermanfaat bagi semua orang. Seperti biasa, kami mengandalkan sembilan Prinsip dan Pelindung dalam membayangkan skenario-skenario ini, dan apa yang harus dilakukan untuk setiap skenario.

Konten Pendukung

Setiap modul mengandung aneka kiat, isu utama, dan sumber daya yang mendukung dan menyempurnakan isinya. Selain itu, panduan ini juga menyertakan templat, daftar periksa, dan pedoman mengenai dokumentasi yang sepatutnya disimpan, yang dirancang untuk kemudahan diakses ketika Anda bekerja di lapangan. Kami telah menyertakan penaut-penaut ke apendiks tempat Anda dapat merujuk ke seluruh kumpulan daftar periksa, dokumentasi yang harus disimpan, dan templat.

Kiat
Kiat mengarahkan Anda ke sumber daya dan konsep The Nature Conservancy terkait yang selaras dengan isi modul.

Sumber Daya
Kami telah mengumpulkan beragam sumber daya dan alat dari organisasi-organisasi lain yang mengerjakan pendekatan berbasis hak asasi manusia terhadap konservasi. Staf dapat merujuk ke sumber-sumber ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan pembelajaran berkesinambungan.

Isu Utama
Beberapa isu atau pertanyaan utama mungkin muncul dalam kerja kita bersama Masyarakat Adat dan komunitas lokal. Kami telah menyoroti beberapa isu ini sehingga staf dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi topik-topik ini.

Templat
Templat menyediakan titik awal dan panduan untuk berbagai proses yang dijelaskan dalam modul. Unduh berkas PDF templat untuk dicetak dan digunakan secara luring.
Lihat semua Templat

Daftar Periksa
Daftar periksa menawarkan cara yang disederhanakan tetapi komprehensif untuk memahami apakah semua kegiatan dalam modul telah diselesaikan.
Lihat semua Daftar Periksa

Dokumentasi Wajib Simpan
Mendokumentasikan kerja kita itu penting, tetapi mungkin sulit mengetahui dari mana harus memulai. Apendiks ini memberikan contoh-contoh dokumentasi yang harus dikumpulkan selama suatu inisiatif.
Lihat semua Dokumentasi Wajib Simpan

Kontak

Tim Konservasi Global dalam Kemitraan dengan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal TNC:
Allison Martin
allison_martin@tnc.org

Tim Keberagaman, Kesetaraan dan Inklusi Global TNC:
Laurel Chun
lchun@tnc.org

Tim Hukum Global TNC:
Johnny Wilson

jwilson@tnc.org

Kantor Etik dan Kepatuhan TNC dan Portal Web Saluran Bantuan:
nature.org/tnchelpline
(tersedia dalam berbagai bahasa)

Saluran Bantuan 24/7:
Telepon: (800) 461-9330 (A.S.)
SMS: 571-458-1739 (A.S.)
Lihat nomor telepon lokal seluruh dunia di nature.org/tnchelpline

Pengantar Studi Kasus Wenland

Selamat datang di Wenland

Wenland adalah sebuah pulau subarktik yang luas. Negara Eropa Albia menyatakan Wenland sebagai milik teritorialnya selama masa perluasan Albia pada tahun 1600-an.

Secara historis, kaum Wen adalah nomaden, dan tanah tradisional mereka membentang ke seluruh Eropa sejak zaman pra-Romawi. Pada akhir abad ke-19, selama gejolak nasionalisme yang intoleran di seluruh Eropa, kaum Wen dipindahkan secara paksa ke Wenland. Mereka menetap di bagian selatan pulau, tetapi ketika para imigran Albia mulai bepergian ke pesisir selatan Wenland dan menetap di sana, kaum Wen terus terdesak ke utara ke kawasan tanah ibun abadi, yang disebut dengan Wend.

Pada tahun 1934, pemerintah Albia menerbitkan sebuah maklumat yang menyatakan Wend sebagai tanah air kaum Wen. Mereka mendanai pengembangan otonomi kaum Wen, tetapi Parlemen tidak pernah meratifikasi maklumat itu. Pemerintah Albia modern tidak mengakui maklumat itu sebagai sah, mungkin karena didorong oleh warga Albia, yang sebagian besar menentang keras gagasan tentang sebuah tanah air Wen. Tidak ada yang mencampuri secara aktif penghunian dan penggunaan Wend, sehingga sebagian besar kaum Wen memendam komentar dan menghindari isu ini.

Pada era 1970-an, perusahaan-perusahaan minyak memulai operasi ekstraktif lepas pantai tanpa berkonsultasi dengan kaum Wen. Banyak pekerja Albia bermigrasi ke utara dan saat ini kota-kota terbesar di Wend terdiri atas separuh orang Albia dan separuh orang Wen. Kota-kota ini memiliki ekonomi dan tempat kerja yang terintegrasi, tetapi segregasi sosial dan ketegangan etnis masih berlangsung. Beberapa desa khusus Wen yang lebih kecil tersebar di seluruh Wend.

Ada tiga kelompok sosial dan garis keturunan khas Wen: Wenna, Wenebe, dan Wennec. Secara bersama-sama, kelompok mereka disebut dengan Kamp, yang merujuk ke perkemahan yang mereka bangun saat tiba kali pertama di Wend pada akhir tahun 1800-an. Kamp Wenna dan Wenebe kini berbasis di kota-kota besar, sementara Wennec utamanya terdiri atas desa-desa kecil yang lebih mandiri. Ketiga Kamp umumnya bekerja sama, tetapi terkadang menumbuhkan persaingan. Para Kamp Wen berbicara dengan dialek bahasa Wen yang berbeda-beda, meskipun semua juga berbicara bahasa Albia. Desa-desa Wennec adalah yang paling tidak mahir berbahasa Albia, sementara Wenna dan Wenebe sangat fasih.

Satu hal yang sama-sama dimiliki oleh semua orang Wen adalah menggambarkan diri menurut kesintasan mereka di — dan ikatan batin mereka dengan — Wend. Mereka menceritakan betapa banyak kaum yang datang ke Wend selama ribuan tahun, tetapi hanya kaum Wen yang memahami tanah ini dan belajar hidup dengannya secara harmonis. Kaum Wen menguasai pengetahuan mendalam tentang bentang alam ini dan berkomitmen untuk melindunginya.

Demikian juga, mereka berkomitmen untuk melindungi budaya mereka, yang meliputi bahasa, pakaian tradisional, dan upacara. Perayaan musim panas menarik kaum Wen dari ketiga Kamp ke situs-situs sakral di seluruh Wend selama satu bulan festival, penyelaman budaya, dan musyawarah antar-Kamp.

Kaum Wen mempertahankan lembaga-lembaga otonomi, tetapi mereka warga negara Albia dan tunduk kepada yurisdiksi pemerintah wilayah Wenland.

1B. Studi Kasus Wenland

TNC di Wenland (SKENARIO 2)

Tidak seperti Skenario 1, TNC memiliki kantor besar di sebuah kota besar di Wenland selatan dan kantor kecil di sebuah kota kecil Wen di utara, tempat tiga orang suku Wen menjadi staf. TNC telah membantu komunitas Wennec di dekat kantornya di utara untuk mendanai dan mengelola banyak proyek konservasi dan pengembangan masyarakat selama bertahun-tahun. Kita belum banyak bekerja dengan dua Kamp Wen yang lain.

Anggap Saja…

Pemikiran dan Pedoman

Anggap Saja…

1
Seperti pada Skenario 1, tim TNC sedang mempertimbangkan aktivitas program mengenai sebuah proyek lama tentang hak guna khusus lahan yang tidak pernah menjalankan proses PADIATAPA. Gagasan untuk memulai aktivitas seputar hak guna itu telah muncul beberapa kali secara informal dalam percakapan dengan kontak kaum Wen, dan semua orang tampaknya setuju. Dalam Skenario ini, masihkah proses PADIATAPA yang lebih luas diperlukan?

Pemikiran dan Pedoman


TNC mungkin tidak perlu mengatasi dengan segera kurangnya PADIATAPA dalam setiap proyek lama; akan tetapi, mengubah, memperluas, atau meninjau kembali sebuah proyek dapat memicu kebutuhan itu. Karena PADIATAPA merupakan alat pembangun hubungan yang sangat kuat, TNC seharusnya tidak menghindar dari mengkajinya. Tidak jelas apakah Kamp Wennec akan dapat mengesahkan pengembangan lebih lanjut proyek tanpa keterlibatan dari kedua Kamp lain atau otoritas kaum Wen yang lebih luas. Proses PADIATAPA yang terbuka akan menjawab pertanyaan ini dan membantu TNC membangun kepercayaan dan hubungan dengan Kamp-kamp Wenna dan Wenebe juga.

Anggap Saja…

2
Kamp Wennec menginginkan bantuan TNC dalam mengembangkan program pengelolaan kawanan Wendbok, rusa kutub yang sangat penting secara budaya. Di masa lalu, Wendbok merupakan makanan pokok kaum Wen, tetapi kelebihan populasi telah menjadi masalah di beberapa kawasan tempat kaum muda Wen yang berburu berkurang.

Pemikiran dan Pedoman


Fakta bahwa tindakan yang diusulkan akan berdampak pada kawanan hewan yang bermigrasi berarti rencana pengelolaan lebih mungkin berdampak pada Kamp-kamp Wen yang lain juga. Dan diperlukan inkuiri dan konsultasi tambahan untuk memastikan bahwa semua warga Wen dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan.

Anggap Saja…

3
Menindaklanjuti kondisi di atas, ketika TNC meminta untuk memulai proses konsultasi yang luas mengenai Wendbok, para pemimpin Wennec menolak dengan tegas, beralasan bahwa ada pertimbangan politis yang tidak akan dimengerti oleh TNC. Mereka juga mengatakan bahwa prinsip inti otonomi kaum Wen adalah bahwa masing-masing komunitas mengendalikan keputusan penggunaan lahan dan sumber daya setempat — dan kewenangan ini juga mencakup kawanan hewan yang bermigrasi.

Pemikiran dan Pedoman


Skenario ini membawa ketegangan yang terkait dengan prinsip Menghormati Penentuan Nasib Sendiri, yang mendesak TNC supaya menghormati pemahaman Wennec sendiri mengenai otoritas mereka dalam masyarakat Wen yang lebih luas. Tanpa adanya bukti yang jelas bahwa pemahaman ini bermasalah, TNC mungkin seharusnya tunduk kepada proses Wennec. Pada saat yang sama, TNC seyogianya memberi tahu Wennec bahwa kita akan memeriksa keadaan dengan otoritas-otoritas Wenna dan Wenebe, karena TNC berkewajiban menghormati penentuan nasib sendiri terhadap masyarakat Wen secara keseluruhan. TNC harus siap untuk menghadapi kasus-kasus sulit ketika menghormati keputusan satu komunitas dapat merongrong penentuan nasib sendiri komunitas lain atau seluruh masyarakat.

Anggap Saja…

4
Kamp Wennec melanjutkan program pengelolaan kawanan mereka. Para ahli satwa liar TNC yang melihat rencana awal mereka merasa kecewa, dan mengatakan bahwa rencana itu tidak memperhitungkan data tentang seluruh ekosistem. Orang-orang Wen yang bekerja di TNC mengatakan kepada rekan-rekan mereka bahwa semua ini mungkin sekadar upaya para petinggi lokal untuk menyiasati pembatasan izin berburu Wenland yang sudah lama ditentang kaum Wen. Bolehkah TNC bersikap menentang program ini atau paling tidak implementasinya yang tergesa-gesa?

Pemikiran dan Pedoman


TNC tidak memiliki kapasitas memutuskan apa yang terbaik bagi kaum Wen. Sebaliknya, staf harus tunduk kepada otoritas Wen untuk melaksanakan penentuan nasib sendiri mereka. Fakta bahwa rencana Kamp Wennec tidak dengan serta-merta memenuhi cita-cita atau harapan TNC bukanlah alasan untuk berlepas dari Penghormatan terhadap Penentuan Nasib Sendiri, meskipun hal itu dapat membawa ke diskusi dengan Kamp itu dan tawaran bantuan.

Dalam sebarang hubungan dengan MAKL, ada banyak hal yang mungkin tidak dilihat oleh TNC; di sini, rencana Kamp Wennec mungkin bertumpu pada pengetahuan Masyarakat Adat mengenai kawanan dan ekosistem yang tidak dinyatakan dalam dokumen rencana. Fakta bahwa TNC memiliki anggota staf dari kaum Wen tidak mengingkari fakta bahwa TNC sebuah organisasi luar. Namun, komitmen TNC terhadap Pengambilan Keputusan Berdasarkan Informasi, Konsultasi Bermakna, dan Inklusi dapat mengarahkan TNC untuk mendukung diskusi yang lebih banyak mengenai rencana pengelolaan kawanan itu, selama TNC melakukannya dengan menghormati hak mutlak Kamp untuk memutuskan sendiri.

1D. Studi Kasus Wenland

Otonomi Kaum Wen

Sebagian besar orang Wen tinggal dan bekerja bersama penduduk Albia di masyarakat Wenland di bawah pemerintahan teritorial Wenland dan pemerintah nasional Albia, tetapi otonomi kaum Wen tetap ada sampai batas tertentu. Tiga Kamp Wen menempati daerah yang sebagiannya tumpang tindih, dan masing-masing memiliki Dewan Kamp eksekutif semu.

Para Dewan, yang mayoritas anggotanya laki-laki tetapi memiliki sejumlah perwakilan perempuan, lazimnya berfokus pada upaya melestarikan dan mempromosikan budaya Wen. Ada juga Dewan Tetua kuasiyudisial yang terdiri atas hanya laki-laki, yang memberi nasihat kepada para Dewan Kamp dan membantu menyelesaikan perselisihan. Otoritas semua Dewan ini hampir tidak pernah diuji di pengadilan Albia, yang melaksanakan yurisdiksi perdata dan pidana atas populasi Wen.

Anggap Saja…

Pemikiran dan Pedoman

Anggap Saja…

1
Menindaklanjuti butir 6 dalam skenario “Krisis Tanah Ibun Abadi”, TNC kini bekerja sama dengan ketiga Dewan Wen untuk menyepakati Rencana Pelibatan. Dewan Wenebe dan Wennec sangat tidak sepakat tentang kadar konsultasi yang diperlukan. Kedua Dewan mengakui bahwa tidak ada yang lebih tinggi di antara mereka dan bahwa keputusan yang memengaruhi kaum Wen hanya dapat dibuat dengan konsensus. Tiga bulan berlalu dan ketidaksepakatan itu berlanjut. FrostLock mempertimbangkan untuk melepaskan proyek Wenland-nya, yang tidak diinginkan oleh kedua Dewan. Bolehkah TNC menyesuaikan keterlibatannya untuk menekan para Dewan agar menyepakati sebuah pendekatan?

Pemikiran dan Pedoman


Kebenaran yang sederhana tetapi mendalam adalah, kerja TNC bersama lembaga-lembaga MAKL harus bertahan meskipun keadaan sulit atau membuat frustrasi. Hubungan kolaboratif yang sejati dan penghormatan terhadap penentuan nasib sendiri tidak bergantung pada berjalan mulusnya semua hal seturut rencana. Tim TNC harus siap untuk menjalani prosedur-prosedur tata kelola MAKL yang mungkin kita rasakan membuat frustrasi atau kontraproduktif, tetapi kita harus bekerja sesuai dengan aturan dan harapan sistem. Apakah TNC dapat meningkatkan advokasi dan mencoba menekan para Dewan untuk tujuan yang absah akan bergantung pada aturan dan harapan kaum Wen—tetapi ini harus diupayakan dengan semangat Pilihan Bebas dan tanpa toleransi terhadap pemaksaan.

Anggap Saja…

2
Menanggapi ketidaksepakatan itu, FrostLock menyarankan agar TNC sebaiknya bekerja sama dengan FrostLock dalam Rencana B untuk melaksanakan proses PADIATAPA hanya dengan pemerintah Albia, dengan alasan bahwa para Dewan Wen “toh hanya penasihat.” Bolehkah TNC melayani saran ini?

Pemikiran dan Pedoman


Tidak. Terlepas dari kewenangan yang saat ini dimiliki oleh para Dewan Wen berdasarkan hukum Albia, penentuan nasib sendiri dan otonomi adalah komitmen-komitmen global yang lebih besar yang dihormati dan dijunjung oleh TNC. TNC harus merangkul setiap kesempatan untuk mendukung penentuan nasib sendiri Masyarakat Adat, sekalipun ada alasan yang layak diperdebatkan untuk tidak melakukannya.